Sejarah Kesenian Wayang Kulit di Jawa

Sejarah Kesenian Wayang Kulit di Jawa

Wayang kulit adalah salah satu kesenian jawa asli yang telah diakui sebagai warisan budaya UNESCO. Jadi wayang kulit telah diakui secara mendunia. Wayang kulit merupakan pertunjukan pagelaran yang menggunakan wayang. Selain itu, dalam pertunjukan wayang kulit terdapat pesan moral yang disampaikan kepada pemirsa. Wayang kulit sendiri merupakan peninggalan budaya bernilai seni tinggi karena merupakan seni kriya. Bahkan sekarang wayang kulit yang asli jawa telah populer di berbagai belahan dunia. seperti perancis, jerman, yunani, jepang, thailand, dan masih banyak lagi. Anda sebagai warga asli Indonesia harus mengetahui sejarah wayang kulit berikut ini.

Pada jaman kerajaan

Wayang kualitas telah ada di Indonesia sejak jaman kerajaan, jadi sudah sangat lama. Buktinya adalah ada pada kakawin arjunawiwaha yang dibuat oleh mpu kanwa pada tahun 1035. Dimulai dengan wayang purwa yang dimiliki sri aji jayabaya. Kemudian dikembangkan oleh raden panji di jenggala pada tahun 1223 M. Hingga wayang yang dikembangkan oleh raden jaka.

Wayang kulit pada jaman kerajaan islam

Pada jaman kerajaan islam sunan kalijaga adalah salah satu tokoh yang menciptakan tokoh lakon super semar. Karena pada jaman penyebaran agama islam yang saat itu masih kental hindu budha, sunan kalijaga menggunakan pertunjukan wayang kulit sebagai penyebaran agama islam. Yaitu dengan memasukkan ajaran islam pada pertunjukan wayang kulit. Pada jaman ini muncul istilah-istilah pewayangan seperti dalang, tokoh semar, tokoh petruk,  tokoh gareng, dan tokoh bagong.

Wayang kulit pada zaman modern

Wayang kulit pada jaman modern sangatlah populer. Bahkan sampai ke luar negeri. Pada tangga 7 november 2003 kebudayaan wayang mendapatkan penghargaan sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga. Kemudian wayang kulit didaftarkan sebagai warisan kebudayaan UNESCO dan pada 21 april 2004 disetujui dan diadakan upacara penyerahan penghargaan di Paris, perancis. Hal ini sangatlah membanggakan jika kebudayaan indonesia mejadi populer di dunia.

Itulah sejarah wayang kulit. Semoga bermanfaat.