Beginilah Seni Fotografi Underwater

Beginilah Seni Fotografi Underwater

Underwater photography memilki banyak tantangan. Selain fotografer dituntut harus bisa berenang dan menyelam, fotografer juga harus dapat memotret dengan baik, menentukan angle, komposisi, dan lain sebagainya. Di samping itu, kamera yang digunakan fotografer pun adalah kamera khusus underwater, atau kamera digital konvensional yang telah dilindungi dengan housing khusus underwater. Tantangan berikutnya adalah biaya. Tidak semua pehobi foto mau menguras tabungannya untuk menyelam sambil memotret. Namun, dewasa ini di Indonesia sudah banyak destinasi underwater yang dapat ditempuh dengan biaya yang relatif terjangkau, seperti misalnya di Kepulauan Seribu Jakarta, Karimun Jawa, Bunaken, Jailolo-Halmahera, atau Raja Ampat.

Selain destinasi-destinasi tersebut, di Indonesia juga terdapat danau yang menjadi habitat ubur-ubur air tawar yang jinak dan tidak menyengat (tidak beracun), yakni di Danau Kakaban, Kalimantan Timur. Warna dan Kontras Maksimum Memotret di dalam air (underwater), khususnya di kedalaman laut lebih dari 30 meter, biasanya cenderung gelap dan kurang kontras. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya cahaya matahari yang masuk ke dalam air. Selain itu, jika Anda merekamnya di laut, cenderung akan menjadi suram dan pekat, karena pengaruh pasir di laut. Oleh karena itu, jika memungkinkan, Anda dapat mengolah foto mengugunakan software seperti Adobe Photoshop dan Lightroom, untuk meningkatkan kepekatan warna, dan kontras dari foto yang telah direkam. Anda dapat mengatur Hue, dan Saturation untuk tetap mengoptimalkan warna yang alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.